Sukses dan kesulitan sering bertemu, tapi yakinlah !!! Sukses bergerak ke depan sedangkan kesulitan bergerak ke belakang. (Almarhum Ayah)

Minggu, 13 Mei 2012

PERATURAN BARIS BERBARIS



A.   PENGERTIAN

Baris berbaris adalah suatu wujud latihan fisik, diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara hidup
Angkatan bersenjata yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu, pada pimpinan wajib mengawasi adanya, mengenal kegunaannya, serta senantiasa menegakkan peraturan tersebut.

B.    MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuannya adalah untuk menumbuhkan sikap jasmani yang tegap dan tangkas, rasa persatuan, disiplin,sehingga dengan demikian senantiasa dapat mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan individu dan segara tidak langsung juga menanamkan rasa tanggung jawab.

C.    ABA-ABA

Aba-aba adalah perintah yang diberikan oleh seorang komandan kepada pasukan untuk dilaksanakan pada waktunya secara serentak atau berturut-turut.

Macam-macam Aba-aba :
1.           Aba-aba Petunjuk
Aba-aba Petunjuk dipergunakan hanya jika perlu, untuk menegaskan maksud daripada aba-aba Perintah/pelaksanaan.
Contoh     : Kepada Inspektur Upacara…..Hormat…..GERAK !
2.           Aba-aba Peringatan
Aba-aba Peringatan adalah inti perintah yang cukup jelas, untuk dapat dilaksanakan tanpa ragu-ragu.
Contoh     : Lencang Kanan………GERAK !
                                  Istirahat di tempat………GERAK !
3.           Aba-aba Peringatan
Aba-aba Pelaksanaan adalah ketegasan mengenai saat untuk melaksanakan aba-aba petunjuk/peringatan dengan cara serentak atau berturut-turut.
Contoh     : Hormat……….GERAK !
                                  Maju………JALAN !
                                  Jalan di tempat………MULAI !
Cara memberi aba-aba :

1.       Waktu memberi aba-aba pemberi aba-aba pada dasarnya harus berdiri dalam sikap sempurna dan menghadap pasukan kecuali dalam keadaan yang tidak mengizinkan untuk melakukan itu.
2.       Apabila aba-aba yang diberikan itu berlaku juga untuk si pemberi aba-aba, maka pemberi aba-aba terikat pada tempat yang telah ditentukan untuknya dan tidak menghadap pasukan.
3.       Pada tahap permulaan latihan, aba-aba yang ditunjukkan kepada pasukan yang sedang berjalan/berlari, aba-aba pelaksanaannya selalu harus diberikan bertepatan dengan jatuhnya salah satu kaki tertentu, yang mana pelaksanaan gerakan dilakukan dengan tambahan 1 (satu) langkah pada waktu berjalan dan 3 (tiga) langkah pada waktu berlari. Sedang pada tahap lanjutan, aba-aba pelaksanaan dapat diberikan bertepatan dengan jatuhnya kaki yang berlawanan yang pelaksanaan gerakannya dilakukan dengan tambahan 2 (dua) langkah pada waktu berjalan dan 4 (empat) langkah pada waktu berlari, kemudian berhenti atau maju dengan merubah bentuk dan arah dari pasukan.
4.       Semua aba-aba diucapkan dengan suara nyaring, tegas dan semangat.
5.       Pemberian aba-aba petunjuk yang dirangkaikan dengan aba-aba peringatan dan pelaksanaan, pengucapannya tidak diberi nada.
6.       Pmberian aba-aba peringatan wajib diberi nada pada suku kata pertama dan terakhir. Nada suku kata terakhir diucapkan lebih panjang menurut besar kecilnya pasukan. Aba-aba pelaksanaan senantiasa diucapkan dengan cara dihentakkan.
7.       Waktu antara aba-aba peringatan dan aba-aba pelaksanaan diperpanjang sesuai dengan besar kecilnya pasukan atau tingkat perhatian pasukan (konsentrasi pasukan). Dilarang memberikan keterangan-keterangan lain di sela-sela aba-aba peringatan. Bila pada satu bagian aba-aba diperlukan pembetulan, maka dikeluarkan perintah “Ulangi”.
Contoh : Hormat Senjata….ulangi, Pundak Kiri Senjata…gerak

D.      GERAKAN DASAR TANPA SENJATA
1.      Sikap sempurna/Siap
Aba-aba : Siap…….. Gerak
Pelaksanaan : pada aba-aba pelaksanaan, badan/tubuh berdiri tegap, tumit kedua kaki merupakan sudut 45°, lutut lurus, paha dirapatkan dan berat badan dibagi atas kedua kaki. Perut ditarik sedikit dan dada dibusungkan, pundak ditarik ke belakang sedikit dan tidak dinaikkan. Lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus dan jari-jari tangan menggenggam, tangan lurus jahitan celana, ibu jari menghadap ke depan, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang lurus mendatar ke depan, bernafas sewajarnya.
2.      Istirahat di tempat
Aba-aba : Istirahat di tempat…….Gerak
Pelaksanaan :
a.       Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (±30 cm).
b.      Kedua belah lengan dibawa ke belakang di bawah pinggang,punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk.
3.      Berkumpul/berhimpun
Pada dasarnya berkumpul/berhimpun selalu dilakukan dengan berbentuk bersyaf, kecuali jika tidak memungkinkan.
a.       Berkumpul bersyaf
Aba-aba : Bersyaf…..Kumpul……Mulai
Pelaksanaan : Pelatih menunjuk seorang anggota untuk berdiri ± 4 langkah di depannya, orang ini dinamakan penjuru, orang-orang lainnya selanjutnya berdiri di samping penjuru tersebut dan berturut-turut meluruskan diri. Cara meluruskan diri ke samping adalah dengan meluruskan tangan ke samping, tangan kanan di genggam, punggung tangan menghadap ke atas, kepala dipalingkan ke kanan dan meluruskan diri hingga dapat melihat dadanya orang-orang yang di sebelah kanannya, sampai ke penjuru kanan dan tangan kanan menyentuh bahu kiri orang yang di sebelah kanannya. Setela dianggapnya telah lurus maka penjuru yang sewaktu berkumpul itu terlihat ke kiri harus memberikan isyarat denan perkataan “lurus”. Pada isyarat ini penjuru melihat ke depan serta yang lain serentak menurunkan lengan kanan, melihat ke depan dan kembali bersikap sempurna.
b.         Berkumpul Berbanjar
Aba-aba : “Berbanjar..........kumpul.....mulai”
Pelaksanaan : Cara meluruskan diri ke depan ialah dengan meluruskan lengan kanannya ke depan, tangan digenggam, punggung tangan menghadap ke atas
 dan mengambil jarak satu lengan ditambah dua kepal dari orang yang ada di depannya dan meluruskan diri kepadanya. Setelah orang yang paling belakang menganggap barisan sudah lurus, maka ia memberikan isyarat dengan mengucapkan “lurus”. Pada isyarat ini serentak menurunkan lengan kanan dan kembali ke sikap sempurna.
Catatan : Bila lebih dari sembilan orang selalu berkumpul dalam bentuk bersyaf tiga atau berbanjar tiga, dan kalau kurang dari sembilan orang menjadi bersyaf/berbanjar satu. Meluruskan ke depan hanya digunakan dalam bentuk berbanjar.
c.          Periksa Kerapian
Aba-aba      : “Periksa Kerapian..............mulai”
·      Periksa kerapian dimaksudkan untuk merapikan perlengkapan yang dipakai anggota pada saat itu dan pasukan dalam keadaan istirahat.
·      Pada aba-aba pelaksanaan dengan serentak membungkukkan badan masing-masing memeriksa atau membetulkan perlengkapan dari bawah (ujung kaki) ke atas sampai tutup kepala.
·      Setelah yakin sudah rapi, masing-masing anggota paasukan mengambil sikap sempurna.
·      Setelah Pelatih/Pembina dan pasukan melihat semua anggota pasukannya sudah selesai (sudah dalam keadaan sikap sempurna) maka Pelatih/Komandan pasukan memberi aba-aba “selesai”.
·      Pasukan dengan serentak kembali ke sikap sempurna.
4.         Cara Meluruskan
a.         Lencang Kanan/Kiri
Aba-aba : “Lencang Kanan/Kiri........gerak” (hanya dalam bentuk bersyaf)
Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. Pada aba-aba pelaksanaan semua mengangkat lengan kanan/kiri ke samping kanan/kiri, jari-jari tangan kanan/kiri menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas. Bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri kecuali penjuru kanan/kiri. Masing-masing meluruskan diri hingga dapat melihat dada orang-orang yang ada di sebelah kanan/kirinya sampai kepada penjuru kanan/kiri. Jarak ke samping harus sedemikian rupa, hingga masing-masing dengan jari-jari menyentuh bahu kiri orang yang ada di sebelah kanannya.
Kalau lencang kiri maka masing-masing tangan kirinya menyentuh bahu kanan orang yang ada di sebelah kirinya. Penjuru kanan/kiri tidak berubah tempat.
Catatan :
·      Kalau bersaf tiga, maka mereka yang ada di saf tengah dan belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan. Setelah masing-masing dirinya berdiri lurus dalam barisan, maka semua berdiri di tempatnya dan kepala tetap dipalingkan ke kanan/kiri. Semua kerakan dikerjakan dengan badan tegak seperti dalam sikap sempurna.
Pada aba-aba “Tegak....Gerak” semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka kembali ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
·      Pada waktu Komandan memberikan aba-aba Lencang kan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, kemudian pasukan yang barada di barisan itu memberikan kelurusan safnya dari sebelah kanan/kiri pasukan, dengan menitikberatkan kepada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).
b.         Setengan Lencang Kanan/Kiri
Aba-aba : “Setengah Lencang Kanan/Kiri.......gerak”
Pelaksanaan : Seperti lencang kanan/kiri tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang  berdiri di sebelah, pergelangan tangan lurus/ibu jari di sebelah belakang dan empat jari lainnya rapat satu sama lainnya di sebelah depan.
c.          Lencang Depan (hanya dalam bentuk berbanjar)
Aba-aba : “Lencang Depan.......gerak”
Pelaksanaan : Penjuru tetap pada sikap sempurna, nomor dua dan seterusnya. Bila berbanjar tiga maka saf terdepan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan/setengan lengan di samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan. Serta menegakkan kepala kembali dengan serentak. Anggota-anggota yang lain ada di banjar tengah dan kiri melaksanakannya tanpa mengangkat tangan.
5.         Perubahan Arah
a.         Hadap Kanan/Kiri
Aba-aba : “Hadap Kanan/Kiri........gerak”
Pelaksanaan :
·      Kaki kanan/kiri diajukan melintang di depan kaki kiri/kanan, lekuk kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kiri/kanan, berat badan berpindah ke kaki kanan/kiri.
·      Tumit kaki kiri/kanan dengan badan diputar ke kiri/kanan 90º.
·      Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kiri/kanan seperti dalam keadaan sikap sempurna.
b.         Hadap Serong Kanan/Kiri
Aba-aba : “Hadap serong kanan/kiri...........gerak”
Pelaksanaan :
·      Kaki kiri/kanan diajukan ke muka berjajar dengan kaki kanan/kiri.
·      Berputar arah 45º ke kanan/kiri.
·      Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
c.          Balik Kanan
Aba-aba : “Balik Kanan......gerak”
Pelaksanaan : pada aba-aba pelaksanaan  kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180º. Kaki kiri dirapatkan pada kaki kanan.
6.         Gerakan Berjalan
a.         Buka Barisan
Aba-aba : “Buka Barisan.......jalan”
Pelaksanaan : Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri, sedangkan regu tengah tetap di tempat.

b.    Tutup Barisan
Aba-aba : “Tutup Barisan........jalan”
Pelaksanaan : pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri masing-masing membuat langkah kembali ke samping kiri dan kanan, sedangkan regu tengah tetap di tempat.
7.         Bubar Barisan
Aba-aba : “Bubar......jalan”
Pelaksanaan : Pada aba-aba pelaksanaan tiap prajurit memalingkan muka ke arah komandan dan memberi hormat, sesudah dibalas kembali dalam sikap sempurna kemudian melakukan “balik kanan.....gerak” dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati lalu bubar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar